Rahasia Food Photography Hanya Dengan Kamera Smartphone

Semakin canggihnya teknologi kamera yang ada pada smartphone kita menjadikan kita lebih muda

Semakin canggihnya teknologi kamera yang ada pada smartphone kita menjadikan kita lebih mudah mengambil foto hanya dengan smartphone yang kita punya. Menggunakan kamera profesional memang lebih ciamik, tapi dengan trik yang tepat kamu juga bisa menghasilkan foto makanan yang cantik untuk bisnismu. Ini dia beberapa rahasia food photography yang bisa kamu aplikasikan untuk foto makananmu dengan kamera smartphone.

1. Manfaatkan Natural Lighting

Kondisi lighting yang ada dalam restaurant atau cafe berbeda-beda, dan sering kali tidak mendukung untuk menciptakan foto yang aesthetic. Pencahayaan yang dihasilkan dari lampu fluorescent menyebabkan foto terlihat flat dan kasar. 

 

Dengan menggunakan cahaya matahari natural, makanan yang kamu foto akan terlihat lebih segar. Fotografer profesional pun menggunakan lampu strobo yang besar dan mahal untuk meniru cahaya alami yang sifatnya menyebar.

 

Namun, hindari sinar matahari yang terlalu cerah agar tidak menciptakan banyakan keras di foto makanan mu. Kamu juga bisa gunakan panel difusi untuk membuat cahaya di foto lebih lembut.

2. Sesuaikan angle dengan kamera wide-lense smartphone

Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan orang saat memotret makanan dengan smartphone adalah memilih sudut yang salah. Kamera smartphone memiliki lensa sudut yang sangat lebar. Ini berarti bahwa sudut tertentu akan menyebabkan foto mu terlihat terdistorsi. 

 

Untuk mendapatkan hasil terbaik, bidik di atas kepala atau langsung ke subjek Anda. Alasan flat lays dan overhead shot menjadi begitu populer adalah karena sudut 90 derajat ini menghilangkan kedalaman dan membuat foto mu menonjol. 

 

Namun, sudut 90 derajat tidak bisa diaplikasikan ke semua makanan, seperti burger. Saat kamu memotret seperti burger, letakkan kamera mu di atas meja dan fokus untuk menampilkan semua bahan dalam hidangan. Dari sudut ini, lensa sudut lebar juga membantu membuat makanan terlihat lebih besar daripada di aslinya.

3. Gunakan background yang netral

Banyak foto makanan di Instagram yang terlihat berantakan. Berantakan bukan dari makanannya itu sendiri, tapi lingkungan sekitarnya. Seringkali, ada terlalu banyak alat peraga yang mengalihkan perhatian.

 

Sulit mendapatkan bokeh untuk fotografi makanan menggunakan smartphone. Jadi pakailah background yang simple dan netral. Kamu juga bisa kreatif dengan meletakan makanan di lantai beton atau ubin yang berwarna netral agar tidak terlihat flat.

 

Foto close-up dan makro makanan juga akan terlihat bagus. Tapi pastikan kamu tidak memotret terlalu dekat sehingga penonton tidak dapat mengetahui makanan apa yang mereka lihat. Juga, jangan mengabaikan tetesan atau noda pada piring yang terlihat tidak disengaja. Hal tersebut dapat mengganggu dan sulit untuk diperbaiki dalam pasca-produksi.

4. Nyalakan fitur grid pada pengaturan kamera

Komposisi adalah keterampilan penting yang perlu kamu pelajari saat mengambil foto. Anggaplah aturan komposisi sebagai pedoman, karena aturan itu tidak selalu berfungsi untuk setiap foto. Namun, kamu tetap harus mengingatnya untuk mendapatkan hasil foto yang maksimal.

 

Konsep komposisi yang paling populer adalah Rule of Thirds. The Rule of Thirds adalah pedoman komposisi yang membagi gambar menjadi sembilan bagian yang sama menggunakan dua garis horizontal dan dua garis vertikal. Unsur-unsur penting dalam adegan jatuh di sepanjang garis-garis ini atau pada titik-titik di mana mereka berpotongan.

 

Grid ini membantu menambahkan harmoni pada foto dan akan sangat membantu dalam menciptakan komposisi yang seimbang. Untungnya, smartphone sudah memiliki fitur grid ini. Kamu hanya perlu menempatkan titik fokus di mana garis berpotongan. 

5. Lakukan styling pada makanan

Styling sangat penting dalam fotografi makanan. Saat kamu sudah mengambil dari sudut yang tepat, eksposur yang sempurna, dan subjek yang sangat baik, tapi jika hidangannya terlihat tidak rapi, hasilnya tidak akan menarik.

 

Gunakan bumbu dan bahan masakan untuk meningkatkan estetika foto mu. Kamu juga dapat menggunakan elemen lain seperti potongan roti atau saus, bahkan garam atau merica kasar untuk ditaburkan ke permukaan foto agar memberikan beberapa konteks pada foto makanan.

6. Percantik foto dengan fitur editing

Filter memang sebaiknya tidak digunakan dalam food photography, namun editing yang tepat dapat membuat foto makananmu terlihat menarik. Kamu dapat menggunakan aplikasi yang tersedia dalam smartphone seperti Snapseed, VSCO, dan Lightroom Mobile. 

 

Pastikan atur exposure, brightness, white balance, dan saturation. Jika perlu, kamu juga dapat menambahkan sedikit kejelasan untuk kontras. Kalau kamu menemukan beberapa filter yang terlihat bagus, jangan gunakan dengan kekuatan penuh dan buat penyesuaian pada foto sesuai kebutuhan. Pengeditan sekali klik pada fotografi makanan biasanya tidak membuat foto terlihat bagus.

7. Buat cerita lewat foto Anda

Foto close-up terlihat bagus, seperti halnya pendekatan minimalis. Tapi bagaimana dengan menambahkan narasi ke foto kamu?

 

Buat cerita di balik foto kamu dengan menambahkan elemen aktivitas seperti pelayanan yang sedang menyajikan makanan, memotong steak, atau orang yang sedang menyantap makanan.

 

Ingatlah bahwa menyertakan orang dalam fotografi makanan akan memberikan konteks pada gambar dan membuatnya lebih relatable.

8. Konsisten dengan gaya fotografi

Foto yang kamu tampilkan tidak harus terlihat sama. Tetapi harus ada elemen-elemen tertentu yang kohesif di setiap foto. Hal ini dapat diwujudkan dengan menentukan palet warna yang terdiri dari dua atau tiga warna yang senada. Warna bisa menjadi panduan untuk mood apa yang ingin kamu ciptakan dari foto mu.

Submit your response

Your email address will not be published. Required fields are marked *